Perbedaan Tenaga Dalam Murni dengan Tenaga Dalam Bercampur Budaya

Artikel Penting » Perbedaan Tenaga Dalam Murni dengan Tenaga Dalam Bercampur Budaya

Setiap manusia pada dasarnya memiliki sumber kekuatan yang luar biasa berupa tenaga dalam. Bahkan tenaga dalam tersebut sudah ada sejak manusia lahir ke dunia. Hanya saja, tidak setiap manusia sadar dan memahami adanya kekuatan besar tersebut di dalam dirinya. Bagi orang yang awam, potensi besar tersebut “tertidur” dan masih bersifat pasif. Uniknya, daya yang dihasilkan Tenaga Dalam sewaktu-waktu bisa bangkit ketika dalam kondisi-kondisi tertentu yang tidak terduga. Di antaranya karena panik, takut, atau kekhawatiran yang begitu besar.

 

Sebagai contoh: Orang yang takut pada anjing tiba-tiba memiliki kekuatan yang luar biasa saat berlari menghindari kejaran anjing. Bahkan tanpa disadari, dalam kondisi yang sangat terdesak tersebut ia bisa melompati pagar setinggi 2 meter. Padahal, dalam kondisi biasa sangat tidak mungkin melakukannya. Situasi mendesak dan rasa takut telah mendorong orang tersebut ”membangunkan” tenaga dalam yang ada pada dirinya. Namun, setelah berhasil menyelamatkan diri energi luar biasa tersebut kembali tersimpan.

 

Dari contoh tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki bakat alami dalam hal Tenaga Dalam. Sayangnya, kemampuan tersebut tidak sepenuhnya bisa dikuasai. Hanya sedikit orang saja yang mampu mengolah dan memanfaatkannya. Terjadi karena rata-rata orang hanya terfokus pada kemampuan fisik dan kemampuan pikiran (psikis). Lantas mengesampingkan potensi lain berupa olah ruh (jiwa). Padahal jika tiga kemampuan tersebut dikembangkan dan diolah secara seimbang akan menghasilkan daya energi yang sifatnya tidak terbatas.

 

Para leluhur zaman dahulu sebenarnya telah mengetahui adanya potensi besar tersebut. Hingga terciptalah ajaran-ajaran khusus berupa teknik olah Tenaga Dalam. Di berbagai penjuru dunia khususnya di wilayah Timur. Seperti India, Cina, Tibet, Jepang, dan tidak terkecuali Nusantara, sejak dahulu telah diajarkan berbagai macam teknik Tenaga Dalam.

 

 

Apa Itu Tenaga Dalam Campuran Budaya?

Tenaga Dalam yang bercampur budaya yaitu teknik olah tenaga dalam yang tidak lepas dari latar belakang budaya orang yang mengajarkan ataupun yang mempelajarinya. Tenaga Dalam Campuran Budaya muncul karena Tenaga Dalam berkembang dan diajarkan di dalam suatu wilayah dengan kebudayaan tertentu. Maka teknik olah Tenaga Dalam tak lepas dari adanya percampuran budaya dan kepercayaan tertentu.

 

Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya Tenaga Dalam dengan berbagai versi dan bermacam aliran. Bahkan ada banyak aliran tenaga dalam yang teknik-tekniknya berpadu dengan kebudayaan atau teknik religius. Tenaga dalam yang berkembang dalam budaya dan kepercayaan Taoisme dikenal sebagai Chi atau Taichi. Di Jepang, Tenaga dalam disebut sebagai Reiki. Di India disebut Prana, dan masih banyak lagi penyebutannya.

 

Bahkan di Nusantara pun ada berbagai aliran Tenaga Dalam yang telah menyatu dengan sisi budaya dan religius masyarakat. Mayoritas Tenaga Dalam di Indonesia lebih kental pada nuansa Islami. Sebab kita tahu bahwa di Indonesia ajaran Islam merupakan kepercayaan yang berkembang paling pesat di tanah air. Sehingga Tenaga Dalam yang berkembang pun dilandasi pada sisi religius.

 

Misalnya Tenaga Dalam Tauhid, merupakan tenaga dalam yang berpusat pada dzikir dan wirid-wirid tertentu sebagai daya pembangkit energi di dalam tubuh. Ada lagi Tenaga dalam Asmaul Husna, yaitu tenaga dalam yang menggunakan bacaan asmaulhusna sebagai dasar pembangkit energinya. Setiap gerakan Tenaga Dalam Asmaul Husna menggunakan bacaan-bacaan yang tertentu.

 

 

Apa Itu Tenaga Dalam Murni?

Tenaga Dalam Murni adalah Tenaga Dalam yang tidak bercampur dengan kebudayaan atau latar belakang religius tertentu. Tenaga Dalam murni secara alami mengolah dan memproses energi positif yang ada di alam semesta untuk dimanfaatkan sebagaimana kebutuhan manusia.

 

Seperti yang telah diungkapkan di awal tulisan ini, bahwa setiap manusia memiliki bakat alami dalam hal Tenaga Dalam. Bakat alami tersebut merupakan fitrah manusia sebagai bagian dari alam semesta yang diciptakan Tuhan. Materi apapun yang diciptakan Tuhan di alam semesta ini sebenarnya adalah energi. Tubuh manusia, udara, api, air, tanah, serta apapun yang bisa kita tangkap dan yang tidak bisa kita tangkap dengan panca indra pada dasarnya adalah energi murni.

 

Energi murni yang ada di alam semesta ini sangat memungkinkan bila diolah dan diproses. Seperti halnya energi listrik yang bisa diproses dan diubah menjadi energi panas atau energi gerak. Sehingga bermanfaat bagi penggunanya.

 

Tenaga dalam pun demikian, bisa sangat bermanfaat jika diolah dengan benar. Sebab hakikatnya tenaga dalam adalah energi alam semesta. Hukum fisika tentang energi menyatakan, bahwa sifat alami energi tidak bisa diciptakan. Tetapi bisa diubah dan bisa dimanfaatkan. Sama halnya dengan energi Tenaga Dalam. Tidak bisa diciptakan manusia (karena hanya Tuhan yang Menciptakan). Namun bisa diolah dan dimanfaatkan untuk bermacam kebutuhan manusia.

GRATIS!!! eBook "Cara Dahsyat Memaksimalkan Tenaga Dalam untuk Penyembuhan Penyakit Ringan"


Dapatkan Ebook Gratis

*Silahkan cek Email Anda untuk mendapatkan link download Gratis eBook Penyembuhan Tenaga Dalam*